****
“perlahan
angin bertiup kearahku,
setengah
sadar aku dibuat olehnya.
ia
datang membawa sejuk
aku
menunggu untuknya.
Kau
datngkan dia untukku , seseorang yang sepertiku.
meski
hanya dugaan yang hampir tepat”
“aku
merindu atas mimpi yang tak pernah kuperjuangkan
namun
Kau pertemukan aku dengan kebahagiaan.
betapa
besar kuasamu”
“Dari
kepura-puraan, rasaku berubah menjadi nyata.
seperti
aku sedang mengasah parang untuk menikam diriku
mengapa
begitu cemburunya aku”
“saat
aku mengenangnya aku merasakan airmata yang tumpah empat tahun lalu
namun
saat kau pertemukan aku dengannya, kembali aku “merasa” seperti empat tahun
yang lalu
sampai
detik inipun aku tak mengerti tentang rasa yang lahir dalam ketiadaan itu”
“biar
kutanya pada diri tentang arti kasih dan sayang.
lalu
ku nyatakan kepadamu , aku menyayangimu.
betulkah,
aku harus melepaskan seseorang yang kusayangi
karena
ragu tak mampu menjaganya.
atau
kau berkenan mendampingiku untuk saling menjaga satu sama lain”
“bukan
hanya jarak dan waktu yang membelenggu.
saat
aku berfikir tentang kekasihmu.
hatiku
seperti terbelunggu dan memilih pergi
hanya
aku terlanjur merindu dan tak mampu melupakan kenangan”
“sering
ku katakana kepada seseorang
bahwa
aku belum pernah jatuh cinta
mungkin
aku saja yang tak mengerti
dan
mungkin aku jatuh cinta kepadamu”
“mereka
berkata tentang kata terindah
aku
mulai berfikir untuk menuliskan sebuah puisi untukmu
yang
menurutku indah.
puisiku
adalah doa tentang kebahagiaanmu
yang
semoga indah ketika terwujud”
“Aku
sangat mengerti mengapa engkau menangis
suatu
hari aku ingin melihat kau bahagia tanpa perlu meneteskan airmata
sebab
tak adalagi kesedihan yang harus kau ringankan”
-------
Setelah hujan sore itu ada hal yang berbedaa dari hujan-hujan
sebelumnya..
Hujan sore itu menghadirkan sesuatu yang indah ..
Sesuatu yang membuat langit mendung sore itu tampak berwarna..
Dan aku menimati langit sore itu dengan penuh rasa syukur atas anugerah
Mu..
Hadirnya pelangi sore itu mebuatku mengingatmu..
Yah kamu yang tanpa sengaja hadir setiap hujan dari mataku turun..
Seperti pelangi yang membuat langit indah sore itu..
Kaupun membuat Indah hari-hariku dengan warna yang kau ciptakan..
Seperti aku menikmati pelangi di langit sore itu..
Aku selalu menikmati kehadiranmu di setiap hariku..
Dan Aku menikmati perasaan yang aku miliki..
Karena kau dan perasaan ini adalah Anugerah yang harus di Sykuri ..
Aku menysukurinya dengan menikmati semua ini..
Tapi langit sore itu menyadarkan ku satu hal..
Satu hal yang sebenarnya tak ingin ku terima namun harus ku terima..
Kehadiran pelangi hanyaa sesaat mewarnai langit..
Dia menghilang tanppa jejak entah kemana..
Aku kembali teringat oleh mu, Iya kamu yang mewarnai hari ku saat ini..
Mungkin kau juga akan menghilang seperti pelangi..
Aku harus siap dan aku tak akan pernah menghalangi pelangiku pergi..
Karena ketika dia pergi kuharap dia akan berubah menjadi matahari ..
Menjadi matahari dilangit yang dia dambakan..
Saat itu terjadi aku akan
menjadi langit yang cerah,
Karena melihat pelangiku menjadi matahari yang bersinar sudah membuatku
bahagia..
Karena matahari menyinari seluruh langit di Bumi namun dia hanya berada
pada satu titik..
Semoga kau menemukan langit yang kau dambakan,sehingga sinarmu akan selalu memberikan manfaat untuk
orang-orang disekitarmu..
Jadi walau pelangiku menghilang dan berubah menjadi matahari aku tetap
dapat merasakan nikmat Sinarnya dan Aku mensyukuri hal itu J
****
Pelangi
menghadirkan warnanya untuk langit , mentari melahirkan pelangi dengan beberapa
warna yang cerah dan menyejukan pandangan. maka begitulah aku ingin menjalani
waktu. berharap menjadi pelangi bagi seseorang sampai suatu hari aku kembali
kedalam cahaya matahari dan melahirkan sejuta pelangi untuk semua orang.
Bila
Engkau mengujiku dengan rasa yang Kau titipkan dalam hatiku. maka aku akan
melewatinya dengan senang hati. bila Engkau mengujiku kembali, maka akan
kulewati lagi dengan senang hati dan bila Engkau mengujiku lagi. maka jangan
biarkan aku berpaling darimu karena kecintaanku kepadanya.
Dengan
sabar aku menanti. dalam penantianku aku bertemu dengan seseorang yang lebih
sabar dariku. apakah yang kami perjuangkan dengan air mata dan kesebaran berada
dalam kebenaran?.
aku
menginginkan bunga mawar yang berada dalam genggaman orang lain. bukan aku
ingin memilikinya untuk kunikmati sendiri. Aku hanya ingin melihatnya tumbuh dibawah
sinar matahri dan menjadi penawar bagi semua orang yang melihatnya. Namun mawar
yang hampir layu itu tak berdaya dalam genggaman pemiliknya.
atas
segala rasa yang hadir dalam hidupmu, bukan bagaimana kau memperjuangkan akan
tetapi bagaiman kau menikmatinya dan menempatkan dalam keadaan syukur atas
anugerah luar biasa tersebut. hubungan yang terlihat seperti kekanak-kanakan , mereka sangat jujr dal merasa dan orang yang terlibat didalamnya ialah orang yang berhasil menikmati rasa, karena
wujud sebuah rasa adalah kelemahan dan penuh dengan keajaiban yang tidak akan
pernah bisa dijangkau oleh akal dan fikiran manusi.
maka
biarkanlah segala rasa mengalir, biarkan dirimu jatuh lebih dalam, nikmatilah tanpa
melupakan siapa yang member dan belajarlah untuk lebih paham tentang dirimu
dari sesuatu yang sangat lembut seperti (rasa).
“ suatu hari aku merasa marah, cemburu , rindu
dan bahagia. aku bertanya tentangnya, mengapa?. sedangkan sebelum aku tercipta
, aku tak mengingat apa yang aku katakana kepada tuhan selain aku percaya.
begitu juga seluruh rasaku, tiada yang dapat kujelaskan tentangnya, selain ada
yang kurasakan”
“biar
ku katkan kepadamu tentang harapan. mengapa engkau begitu takutnya untuk
berharap kepada seseorang. padahal apa yang kau harapkan adalah sebuah doa”
hahah uwislah capek mamang.