Sperti
yang kita tahu, hidup adalah sesuatu yang dinamis , hidup bukanlah hal yang
statis atau diam dalam suatu keadaan . setiap waktunya selalu ada dinamika yang hadir dalam hidup ini. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi ,
keadaan yang tidak pernah kita inginkan mungkin saja hadir di tengah kehidupan.
Ada
orang yang berkata , hargailah waktu sebab satu detik waktu yang berlalu takan
terulang kembali meskipun kita menghendakinnya. Apa yang terjadi dalam hidup,
tidak pernah kita ketahui bentuknya, baik ataupun buruk. Menghargai waktu bukan
hal yang begitu sulit namun tidak mudah dilakukan tanpa kesadaraan dari dalam
diri.
Suatu
hari mungkin kita merasa memilki tubuh yang gagah perkasa , namun sewaktu-waktu
keadaan tersebut dapat berubah demikian cepat dan tanpa terduga. Orang-orang
yang lalai meluakan betapa berharganya nikmat hidup yang telah di berikan-nya.
Dengan keadaan tubuh yang kuat ia sering melupakan bahwa ada hak jasmaniyah
yang harus terpenuhi dan ada juga hal yang mampu merusaknya.
Kelalaian
atau sikap tidak mawas diri terhadap tubuh yang sehat ketika ia memilkinya ,
sering terjadi di usia muda. Sebenarnya apa yang ada dalam hidup ini tidak
terlepas dari hokum “causalitas” dimana sesuatu memilki akibat karna berawal
dari sebuah sebab. Misalnya jika kita mengkonsumsi minum-minuman keras (khamr)
dampak yang terjadi pada tubuh kita adalah benyak terjadinya kerusakan pada
saraf dan lebih parah lagi pecahnya pembuluh darah yang begitu penting bagi
manusia. Dapat kita bayangkan akibat-akibat lain yang mungkin dapat terjadi
kepada tubuh kita yang idsebabkan oleh perlakuan yang kurang baik dari manusia
itu sendiri.
Memanfaatkan
waktu sehat sebelum datangnya sakit, kata-kata itu tidak akan pernah bermakna
dan dapat mencelakakan diri kita apabila mengabaikannya. Kebanyakan orang yang
sudah memasuki masa sakitnya, ia seperti menerima hukuman dari sisi baik dalam
hatinya . rasa penyesalan yang bertubi terus-menerus membuat dirinya berada
dalam keadaan terburuk, “jika saya kembali sehat saya ingin melakukan hal yang
bermanfaat dan tidak akan menyia-nyiakan nikmat sehat tersebut”. Memang betul
penyesalan adalah sesuatu yang hadir di akhir, namun apa daya ketika keadaan
yang tidak diharapkan datang menimpa. Labih baik kita perbaiki diwaktu sekarang
dan jauhkan fikiran serta segala penyesalan atas waktu yang lalu.
Menyalahkan
diri sendiri bukan sesuatu yang baik, namun hal tersebut seperti ciri khas
seorang manusia terlalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.
Sewaktu-waktu jika kita ingin menyesal maka sesalilah dan perbaikilah, sebab
larut dalam penyesalan dan perasaan bersalah hanya akan membuat keadaan semakin
memburuk. Islam mengajarkan kita untuk menghargai waktu, maka hargailah waktu
yang di berikan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Tiada waktu berlalu
menyisakan sepatah katapun jika berlalu tanpa rasa syukur.
“manfaatkan waktu
sehat sebelum sakit, waktu senggang sebelum sempit, waktu kaya sebelum miskin,
waktu hidup sebelum mati, waktu muda sebelum tua”
0 komentar:
Posting Komentar