Sajak Baduy Untuk
Jakarta
Salam
sejahtera.
Untuk saudaraku sang penguasa metropolitan.
…………
Waktu lalu
kami berjalan dengan kaki telanjang
Menyusuri hutan
dan jalan-jalan aspal, sampai…
Dikotamu langkah
terhent- badan menepi
Terlihat gedung-gedung
menjulang tinggi
Namun ,
Udaramu tak
bersahabat dengan hidung kami
Mentari di
atas kotamu membakar kulit kami
kami
masyarakat awam …
mengerti
betapa buruk polusi.
Kami masyarakat
awam…
Si bdoh
sahabat alam.
…………..
Untuk saudaraku,
sang penguasa metropolitan.
Udara kami
adalah udaramu
Mentari kami
jua mentarimu
Jadi biarlah…
Kotamu seperti
alam kami.
Lestari tanpa
polusi.
(Muhamad
Dawam Raihan)
0 komentar:
Posting Komentar