Pages

Sabtu, 31 Januari 2015

Mungkinkah yang dinamakan jatuh cinta?

Pernahkah kita menyadari , suatu keadaan dimana cinta itu datang dan rasa kehilangan bertempat di akhir dalam kisahnya. Mungkin sebelumnya kita menyebut cinta terhadap yang lainnya. “aku mencintainya “ sedangkan jauh sebelum itu , saat kita bersama yang lain kita juga mengatakan aku mencintainnya. Kehillangan cinta seperti itu tidak menghadirkan rasa kehilangan, kerinduan yang begitu hebat atau luka yang mendalam. Semuanya berlalu seperti saat kita mengatakan “aku mencintainya” .
                Cinta bukan kumpulan kata yang dengan mudahnya di ucapkan, bukan sesuatu yang tepat menyentuh maknannya hanya dengan gerakan bibir. Di lubuk hati terdalam yang tidak pernah kita tahu sesuatu termaksud di dalamnya, seperti kita memahami kalimat tersirat. Butuh pemahaman untuk mengerti cinta itu sendiri. Namun saat kita memahami cinta itu sendiri dengan cara kita, makna cinta lebih jauh dari keberadaannya.
                Saat kita tertawa, senang, berbagi cerita dengan seseorang lawan jenis juga merindukannya. Mungkin kita menyebut seperti itulah cinta yang idantik dengan bahagia. Ketika sesorang yang kita anggap cinta itu hilang, begitu saja ia berlalu dalam waktu yang sangat singkat. Pada dasarnya cinta yang sebenarnya, akan menghadirkan sebuah kebahagiaan , kerinduaan yang terhimpun dalam suatu wadah yang kita sebut “rasa” sehingga tidak satu patah katapun dapat kita ucapkan mengenainya.
                Ketika kita mencintai seseorang karena sesuatu , cinta itu kakn pergi tanpa meninggalkan satu kesan yang bermakna. Namun saat kita jatuh cinta tanpa tau apa yang menyebabkannya, tidak akan mudah bagi kita untuk menemukan solusi dan lepas dari rasa kehilangan tersebut.
cinta pertama , bukan seseorang yang pertama, kedua , ketiga atau seterusnya, cinta pertama adalah orang yang merubah perasaan kita yang terdalam , meakipun ia orang terakhir dalam hidup kita, sedang cinta sejati adalah proses untuk menjemput ridha ilahi”
                Cinta seperti terbagi kedalam subtansi-subtansi, dimana jika kita menganngap cinta satu bentuk yang hanya satu yaitu kata “cinta” sendiri, semakin sempitlah kita memahami tentangya.

Hahaha alay beut cinta-cintaan. Udah dewasa yah???? Cuit cuit cuit.

0 komentar:

Posting Komentar