Pages

Sabtu, 31 Januari 2015

antah jo apo



Untuk ayah
Ayah sejajrkah aku dengan dirimu.
Bisakah aku sepertimu….
Sedang engkau semakin jauh dariku…

Saat aku berusaha sepertimu
Semakin jauh terlihat bahwa aku tidak seperti dirimu
Dan
Lebih keras aku berusaha seperti dirimu, semakin aku tak mampu bias sepertimu.

Engkau bagai cahaya, sesekali sinarmu redup.
Namun dimataku , cahaya itu selalu berkilauan.
Terangkum di dalamnya gemintang juga rembulan.

Jalan fikiranmu tidak banyak dimengerti orang lain
Dalam setiap hal kesungguhanmu bukan yang dilihat mereka
Fikiranmu seperti hatiku. Aku merasa. Meski tak mengerti.
Kesungguhanmu seperti keinginanku menjadi dirimu.
Aku tersadar , kaulah dirimu yang sejati.

Ayah, bisakah aku sepertimu ?
Saat ini, aku merasa sepertimu  saat aku berusaha mengerti tentantang kemelut dirimu.
Aku merasa sepertimu, memikirkan sesuatu lebih dalam dari akal.
Namun aku bukan dirimu.
Akulah-aku.
Dengan caraku, melewati hidup , dengan caraku…..dalam bimbingan dan restumu.
Ayah semoga engkau , dalam doa’ku. Seperti harapmu.

Untuk ibu
tiada yang lebih sabar den mengerti.
Yang lebih bersinar dan indah selain dirimu.
Sungguh , kali ini aku selalu berfikir dengan cara apa semua kemuliaan itu terbalas.
Mungkin jika kubuat suatu , tempat terindah di dunia ini untukmu.
Takkan setara dengan apa yang kau beri.

Ibu aku menangis, sungguh aku pernah menangis dihadapmu
Untuk pertama kali. Setelah aku dewasa.
Dihadapannmu.

Dunia ini, banyak aku merasa. Betapa hal buruk itu menyakitkan dirikku.
Namun tiada yang menyakitikku lebih dari apapun, seperti saat aku melihatmu menangis karena diriku.
Ibu sungguh aku ingin membangun istana untukmu.
Menciptakan kebahagiaan di dalamnnya , segala kebahagiaan.
Namun yang kau harap adalah….
Kebahagiaannku.

Ibu aku menangis , saat kau menangis.
Terluka lebih dalam saat kau terluka.
Di bahtera ini kau adalah mawar, juga merpati.
Kau adalah segala kelemahan juga kekuatan

Maaf dariku, tidak dapat menyentuh hatimu.
Namun kasih sayangngmu di depan makhluk yang begtu dingin
Selalu terasa hangat.

Seperti apapun aku dimatamu, tiada henti kau bersabar.
Sejauh apapun aku melukaimu tiada berakhir kasih sayangmu.
Engkaulah , gadis yang kucintai sebelum dan setelah apapun.
engkaulah wanita pertama dalam hidup, yang menyentuh hatiku.

Bagiku warnamu takkan pudar di telan masa juga cinta yang lain.

Untuk Kaka.
Kita dekat namun seperti ada sekat yang membatasi untuk saling mendekat.
Aku tidak merasa begitu jauh denganmu, kaupun terasa dekat disampingku.
Segala kebahagiaanmu , kuperhitungkan dengan akal.
Tiada yang kudapat selain aku kalah

Setarakah semua waktuku dengan waktumu.
Semua yang kau lewati, dengan kehidupanku.
Meski kita dekat dan terasa jauh.
Aku berharap kebaghagiaanmu lebih dari diriku.

Lihatlah, ada begitu banyak bintang di angkasa.
Meski aku bukan salah satu di antaranya.
Semoga….
Menjadi orang yang menemanimu menggapai bintang-bintang
Dalam doa, yang sejajar dengan waktu dan tak terbatas dalam ruang

Berbahagialah , selagi itu ada dalam hidupmu.
Bersedihlah dan biar doa’ku melebur sedihmu
Tanpa ragu , aku ingin mengasihimu
Dalam waktu yang tak sempat kumiliki
Dan tak pernah kau temukan.

Untuk Adik
Jika aku harus menangis , aku ingin menangis untuk kalian.
Jika aku harus terluka, biarlah luka itu menjadi lukaku.
Tiada lagi yang kuharap selain kebahagiaan kalian.
Tiada lagi yang ku ingin selain senyumnya kelak

Biarlah aku terluka, demi melihat kalian dewasa dan tumbuh.
Karena itu bagiku akan lebih baik
Suatu saat…

Kalian akan tumbuh dan berkembang.
Maka saat itu jadilah manusia dewasa yang baik serta bijiak
Berpekerti luhur dan berguna.
Dan berbahgialah.

Bagiku kalian adalah alas an mengapa aku harus bahagia.
Menatap terbitnya mentari di atas pagi
Dan
Tersenyu di tengah dunia yang semakin terik

Mungkinkah yang dinamakan jatuh cinta?

Pernahkah kita menyadari , suatu keadaan dimana cinta itu datang dan rasa kehilangan bertempat di akhir dalam kisahnya. Mungkin sebelumnya kita menyebut cinta terhadap yang lainnya. “aku mencintainya “ sedangkan jauh sebelum itu , saat kita bersama yang lain kita juga mengatakan aku mencintainnya. Kehillangan cinta seperti itu tidak menghadirkan rasa kehilangan, kerinduan yang begitu hebat atau luka yang mendalam. Semuanya berlalu seperti saat kita mengatakan “aku mencintainya” .
                Cinta bukan kumpulan kata yang dengan mudahnya di ucapkan, bukan sesuatu yang tepat menyentuh maknannya hanya dengan gerakan bibir. Di lubuk hati terdalam yang tidak pernah kita tahu sesuatu termaksud di dalamnya, seperti kita memahami kalimat tersirat. Butuh pemahaman untuk mengerti cinta itu sendiri. Namun saat kita memahami cinta itu sendiri dengan cara kita, makna cinta lebih jauh dari keberadaannya.
                Saat kita tertawa, senang, berbagi cerita dengan seseorang lawan jenis juga merindukannya. Mungkin kita menyebut seperti itulah cinta yang idantik dengan bahagia. Ketika sesorang yang kita anggap cinta itu hilang, begitu saja ia berlalu dalam waktu yang sangat singkat. Pada dasarnya cinta yang sebenarnya, akan menghadirkan sebuah kebahagiaan , kerinduaan yang terhimpun dalam suatu wadah yang kita sebut “rasa” sehingga tidak satu patah katapun dapat kita ucapkan mengenainya.
                Ketika kita mencintai seseorang karena sesuatu , cinta itu kakn pergi tanpa meninggalkan satu kesan yang bermakna. Namun saat kita jatuh cinta tanpa tau apa yang menyebabkannya, tidak akan mudah bagi kita untuk menemukan solusi dan lepas dari rasa kehilangan tersebut.
cinta pertama , bukan seseorang yang pertama, kedua , ketiga atau seterusnya, cinta pertama adalah orang yang merubah perasaan kita yang terdalam , meakipun ia orang terakhir dalam hidup kita, sedang cinta sejati adalah proses untuk menjemput ridha ilahi”
                Cinta seperti terbagi kedalam subtansi-subtansi, dimana jika kita menganngap cinta satu bentuk yang hanya satu yaitu kata “cinta” sendiri, semakin sempitlah kita memahami tentangya.

Hahaha alay beut cinta-cintaan. Udah dewasa yah???? Cuit cuit cuit.

Kamis, 29 Januari 2015

Jodoh


Jodoh menjadi sesuatu yang begitu rumit , jika manusia hendak memecahkannya melalui jalan fikiran yang dimiliki manuisa. Allah menciptakan manusia (laki-laki dan permpuan) sebagai suatu bentuk pasangan dimana satu dan lainnya saling melengkapi. Manuisa yang memiliki segala macam keingin dan hasrat yang harus terpenuhi, terjadi juga dalah hal jodoh. Terkadang pasangan hidup harus sesuai dengan keinginnan manusia itu sendiri, tentu wajar sebab itulah manuisa , selalu berharap sesuatu sesuai dengan keinginannya.
Mengingat manusia adalah individu yang beragam serta memiliki banyak perbedaan antara satu dan lainnya, mungkin masalah kecocokan menjadi faktor yang sering di perbincangkan manalkala seseorang akan menjalin sutu hubungan. Allah telah menciptakan baik yang berpasangan dengan keburukan , sehingga dapat dikategorikan Sesutu yang baik dan sesuatu yang buruk, apa yang di pandang baik dan apa yang di pandang buruk. Kembali dalam masalah jodoh sesuai dengan wahyunya: “ lelaki yang baik untuk perempuan yang baik , begitu juga seblaiknya, lelaki yang buruk untuk permpuan yang buruk begitu juga sebaliknya.
                Memahami maslah baik dan buruk tidak sepenuhnya sama dalam pandangan sang pencipta. Apa yang di anggap buruk oleh manusia belum tentu buruk di mata allah serta apa yang di pandang baik dimata manuisa belum tentu baik dimata Allah. Terkadang manuisa menginginkan sesuatu yang mereka anggap baik bagi dirinya ,namun ada keadaan dimana keinginan tersebut tidak dapat diwujudkan. Tentu aka nada rasa penyesalan dalam diri manusia. Yang harus kita ingat adalah ketika kita memilih sesuatu dan Ia member pilihan lain selain daripada yang kita inginkan percayalah ada rencana yang begiitu baik dari-Nya sehingga mendatangkan kebaikan pula bagi kita.
                jodoh seperti air yang mengallir dari ketinnggian menuju dataran rendah dengan alur yang telah ada dan tercipta sesuai dengan kehendak alam, ia mengalir adanya mengikuti alur, begitu juga jodoh , dalam kehendakn-Nya sekuat apapun manusia merubah alurahnya takan mampu membelokan alur yang ditetapkan sang pencipta”
                Kata kata diatas rasanya begitu beku dan berdasar pada satu sudut pandang saja sehingga terkesan egois. Sedang bagaiman dengan “usaha” Ia juga menyeru manusia agar berusaha. Benar manusia harus berusaha untuk mencapai sesuatu , sehingga sesuatu itu ia dapatkan. Senbenarnya dalam hal jodoh kita hanya perlu memaknai usaha bersandar kepada siapa yang menentukan jodoh tersebut. Ketika kita berusaha untuk mendapatkan pasangan , maka ketahuilah usaha yang kita lakukan bukan usaha yang terhenti hanya dalam satu kali kita melakukan usaha tersebut, bukan usaha yang dilakukan hanya untuk mendapatkan satu jodoh yang kita ingini ia menjadi pendamping hidup kita namun usaha dalam mencari jodoh adalah menemukan pasangan hidup yang sebenar-benarnya akan menemani kita dalam kmenjemput ridha-Nya ,  setelah semua itu kita miliki maka dapat disebut itulah buah “usaha” yang menggambarkan makna usaha dengan benar.

sejatinya Ialah yangmemiliki cinta , sedang cinta abadi yang  hakiki lahir dari kemurnnian hati serta terbinna dalam ridha-Nya”
                Oiiiii anak muda yang cewe yang cowo , mari kita memantaskan diri agar mendapatkan pasangan hidup yang setimpal . jangan berharap keinginan yang baik sedang kita jauh dari kebaikan tersebut, bukan juga saya merasa benar, marilah kita saling mendorong satu sama lain untuk menemui kebenaran.

Terimakasih hihihihihi

Apa Yang Akan Terjadi Dengan Hidup Ini?

                Sperti yang kita tahu, hidup adalah sesuatu yang dinamis , hidup bukanlah hal yang statis atau diam dalam suatu keadaan . setiap waktunya selalu ada dinamika yang hadir dalam hidup ini. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi , keadaan yang tidak pernah kita inginkan mungkin saja hadir di tengah kehidupan.
                Ada orang yang berkata , hargailah waktu sebab satu detik waktu yang berlalu takan terulang kembali meskipun kita menghendakinnya. Apa yang terjadi dalam hidup, tidak pernah kita ketahui bentuknya, baik ataupun buruk. Menghargai waktu bukan hal yang begitu sulit namun tidak mudah dilakukan tanpa kesadaraan dari dalam diri.
                Suatu hari mungkin kita merasa memilki tubuh yang gagah perkasa , namun sewaktu-waktu keadaan tersebut dapat berubah demikian cepat dan tanpa terduga. Orang-orang yang lalai meluakan betapa berharganya nikmat hidup yang telah di berikan-nya. Dengan keadaan tubuh yang kuat ia sering melupakan bahwa ada hak jasmaniyah yang harus terpenuhi dan ada juga hal yang mampu merusaknya.
                Kelalaian atau sikap tidak mawas diri terhadap tubuh yang sehat ketika ia memilkinya , sering terjadi di usia muda. Sebenarnya apa yang ada dalam hidup ini tidak terlepas dari hokum “causalitas” dimana sesuatu memilki akibat karna berawal dari sebuah sebab. Misalnya jika kita mengkonsumsi minum-minuman keras (khamr) dampak yang terjadi pada tubuh kita adalah benyak terjadinya kerusakan pada saraf dan lebih parah lagi pecahnya pembuluh darah yang begitu penting bagi manusia. Dapat kita bayangkan akibat-akibat lain yang mungkin dapat terjadi kepada tubuh kita yang idsebabkan oleh perlakuan yang kurang baik dari manusia itu sendiri.
                Memanfaatkan waktu sehat sebelum datangnya sakit, kata-kata itu tidak akan pernah bermakna dan dapat mencelakakan diri kita apabila mengabaikannya. Kebanyakan orang yang sudah memasuki masa sakitnya, ia seperti menerima hukuman dari sisi baik dalam hatinya . rasa penyesalan yang bertubi terus-menerus membuat dirinya berada dalam keadaan terburuk, “jika saya kembali sehat saya ingin melakukan hal yang bermanfaat dan tidak akan menyia-nyiakan nikmat sehat tersebut”. Memang betul penyesalan adalah sesuatu yang hadir di akhir, namun apa daya ketika keadaan yang tidak diharapkan datang menimpa. Labih baik kita perbaiki diwaktu sekarang dan jauhkan fikiran serta segala penyesalan atas waktu yang lalu.
                Menyalahkan diri sendiri bukan sesuatu yang baik, namun hal tersebut seperti ciri khas seorang manusia terlalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Sewaktu-waktu jika kita ingin menyesal maka sesalilah dan perbaikilah, sebab larut dalam penyesalan dan perasaan bersalah hanya akan membuat keadaan semakin memburuk. Islam mengajarkan kita untuk menghargai waktu, maka hargailah waktu yang di berikan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Tiada waktu berlalu menyisakan sepatah katapun jika berlalu tanpa rasa syukur.
manfaatkan waktu sehat sebelum sakit, waktu senggang sebelum sempit, waktu kaya sebelum miskin, waktu hidup sebelum mati, waktu muda sebelum tua”

Selasa, 27 Januari 2015

Bumi Karunia Sang Pencipta




                “jadilah pelancong di negerinya para pengembara”
                bumi yang luas dengan segala potensi yang dimilikinya, diciptakan dalam bentuk yang sedemikian rupa semprnannya. Ia menurunkan air dari langit , menumbuhkan dedaunan dan buah-buahan di bumi, air yang mengalir dan segala hal yang menjadi sumber penghidupan di bumi.
                Mengingat kembali cerita mengapa adam diturunkan ke bumi dan di utus menjadi khalifah. Cerita dalam al-quran yang tentunya kita selaku umat muslim tahu akan  cerita tersebut. Bahwa ketika allah menciptakan adam dari segumpal tanah dan meniupkan ruh ke dalamnya sehingga ia menjadi suatu bentuk yang bernyawa (hidup) , Allah memerintahkan para malaikat dan syaitan untuk bersujud kepadanya. Malaikat yang selalu bertasbih mengaggungkan nama Allah senantiasa pula mematuhi sehgal perintahnya , ia bersujud kepada adam sebab melihat siapa yang memerintahkannya, sedangkan syaitan yang terkutuk enggan untuk memenuhi perintah allah dengan alasan mengapa aku harus bersujud kepada adam sedang aku tercipta dari sesuatu yang lebih baik “api”
                Allah mengutuk syaitan sebagai makhluk yang tercela, dan suatu saat kelak akan menjadi penghuni neraka sebab ia ingkar akan perintah-Nya. Syaitanpun berjanji akan terus menggoda adam (umat manusia) sampai batas akhir kehidupan di tentukan.
                Awal mula di utusnya adam ke bumi , yang merupakan dampak dari perbuatan syaitan, telah menggoda adam untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah “khuldi” . Malaikat bertanya kepada Allah , mengapa engkau hendak menjadikannya khalifah di muka bumi sedang ia hanya berbuat kerusakan “sesungguhnya aku (Allah) mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
                Kehidupan yang telah terbiangkai sampai masa sekarang ini , berlangsung dari manusia pertama (adam) sampai seluruh permukaan bumi penuh dengan manusia-manusia yang menghuninya. Tidakah kita menyadari betapa megahnya karunia Allah, bumi ini adalah bukti dari keagungannya. Umat muslim senantiasa akan percaya bahwa Allah menciptakan segala kehidupan yang ada bukan tanpa suatu maksud dan tujuan.
                Dalam perkembangan zamaan yang semakin pesat  serta kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang terus berkembang. Seperti kenyataan yang telah kita lihat , betapa banyaknya kerusakan yang terjadi di muka bumi yang merupakan dampak dari perkembangan tersebut. Gunung yang menjulang dan hijau , banyak yang menjadi gundul dan gersang. Laut yang biru dan bening , tercemar oleh limbah-limbah hasil produksi ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Apalagi yang akan kita perbuat selanjutnya, sedang dari masa kemasa yang menjaga bumi agar lestari lebi sedikit daripada yang memanfaatkan potensinya tanpa pertanggung jawaban.
setelah air terakhir, setelah pohon terakhir, uang dan segala yang kita miliki tidak akan merubah apapun”
Sekian :d