“jadilah pelancong di negerinya para
pengembara”
bumi yang luas
dengan segala potensi yang dimilikinya, diciptakan dalam bentuk yang sedemikian
rupa semprnannya. Ia menurunkan air dari langit , menumbuhkan dedaunan dan buah-buahan
di bumi, air yang mengalir dan segala hal yang menjadi sumber penghidupan di
bumi.
Mengingat
kembali cerita mengapa adam diturunkan ke bumi dan di utus menjadi khalifah.
Cerita dalam al-quran yang tentunya kita selaku umat muslim tahu akan cerita tersebut. Bahwa ketika allah
menciptakan adam dari segumpal tanah dan meniupkan ruh ke dalamnya sehingga ia
menjadi suatu bentuk yang bernyawa (hidup) , Allah memerintahkan para malaikat
dan syaitan untuk bersujud kepadanya. Malaikat yang selalu bertasbih
mengaggungkan nama Allah senantiasa pula mematuhi sehgal perintahnya , ia
bersujud kepada adam sebab melihat siapa yang memerintahkannya, sedangkan
syaitan yang terkutuk enggan untuk memenuhi perintah allah dengan alasan
mengapa aku harus bersujud kepada adam sedang aku tercipta dari sesuatu yang
lebih baik “api”
Allah
mengutuk syaitan sebagai makhluk yang tercela, dan suatu saat kelak akan
menjadi penghuni neraka sebab ia ingkar akan perintah-Nya. Syaitanpun berjanji
akan terus menggoda adam (umat manusia) sampai batas akhir kehidupan di
tentukan.
Awal
mula di utusnya adam ke bumi , yang merupakan dampak dari perbuatan syaitan,
telah menggoda adam untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah “khuldi” .
Malaikat bertanya kepada Allah , mengapa engkau hendak menjadikannya khalifah
di muka bumi sedang ia hanya berbuat kerusakan “sesungguhnya aku (Allah)
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Kehidupan
yang telah terbiangkai sampai masa sekarang ini , berlangsung dari manusia
pertama (adam) sampai seluruh permukaan bumi penuh dengan manusia-manusia yang
menghuninya. Tidakah kita menyadari betapa megahnya karunia Allah, bumi ini
adalah bukti dari keagungannya. Umat muslim senantiasa akan percaya bahwa Allah
menciptakan segala kehidupan yang ada bukan tanpa suatu maksud dan tujuan.
Dalam
perkembangan zamaan yang semakin pesat
serta kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang terus berkembang.
Seperti kenyataan yang telah kita lihat , betapa banyaknya kerusakan yang
terjadi di muka bumi yang merupakan dampak dari perkembangan tersebut. Gunung
yang menjulang dan hijau , banyak yang menjadi gundul dan gersang. Laut yang
biru dan bening , tercemar oleh limbah-limbah hasil produksi ulah manusia yang
tidak bertanggung jawab. Apalagi yang akan kita perbuat selanjutnya, sedang
dari masa kemasa yang menjaga bumi agar lestari lebi sedikit daripada yang
memanfaatkan potensinya tanpa pertanggung jawaban.
“setelah air terakhir, setelah pohon terakhir, uang dan segala yang kita
miliki tidak akan merubah apapun”
Sekian :d
0 komentar:
Posting Komentar