Setelah “penolakan” itu juned menyadari betapa banyak
sisi buruk yang terdapat dalam dirinya (si juned nyadar nih ceritanya) :D
Awalnya juned tidak pernah ada
niatan untuk jatuh cinta. Setelah satu tahun lalu ia memutuskan hubungan dengan
kekasihnya. juned memilih untuk sendiri dan menganggap cinta sebagai anugrah dan
terbatas pada hal mencintai tanpa harus memiliki lagi.
Pada suatu hari juned yang
seorang pemalas berencana untuk mendekati gadis di kampus. Ia berharap gadis
tersebut dapat membantunya selama kuliah.
Malam hari di tempat dengan atap
yang pendek dan ruangan berbentuk kotak juned mengusir kejenuhan dengan bermain
facebook. Teringat akan rencananya untuk mendekati seorang gadis. Juned membuka
obrolan dalam bilah fecebook. Disana terpampang nama gadis. Bebek , yah itu
nama gadis yang sekelas dengan juned.
Juned memulai chat dengan bebek. Ternyata
bebek merespon pesan yang dikirimkan juned. Obrolan itu terus berlanjut sampai
komunikasi lewat handpone. Juned yang memiliki karakter genit tidak sungkan
menggoda teman perempuannya, bebek.
Mereka semakin dekat, panggilan “beib”
terucap dari mulut kedua insan itu. Juned merasa kedekatannya harus memiliki
suatu kenangan. Alasan tersebut menuntun langkah juned menuju rumah bebek .
beberapa kali junedpun berkunjung kerumah bebek dan merasa semakin dekat.
Cinta itu hadir atas
kehendak-Nya. Tanpa sadar juned telah jatuh hati kepada bebek. Namun juned
tetap memegang prinsip mencintai tanpa memiliki dan prinsip tersebut sudah
sekian lama bersahabat dengannya.
Beberapa bulan kemudian juned
terjatuh sakit , sangat lama sekali. Juned lebih jarang memegang handpone dan
berkomnunikasi dengan bebek. Masa liburan itu juned lewati dengan baik dan
iapun bangkit dari sakitnya.
********
Beberapa
waktu lalau sebelum hari libur tiba atau lebih tepatnya masa perkuliahan. Juned
mendengar dari temannya akan kecemburuan bebek ketika juned bercanda dengan
perempuan lain. Juned menyimpulkan dengan pedenya ‘mungkinkah bebek jatuh hati
padanya”. Jika tidak lantas mengapa ia cemburu.
Selain itu
ia mendengar dari sahabat bebek , kalau bebek ingin dekat dengan juned di
kampus. Si juned yang pemalu, mungkin sulit untuk melakukan hal demikian .
juned merasa tidak terbiasa lantaran setiap kekasihnyapun jarang ia perkenalkan
kepada orang lain.
Memasuki
acara pagelaran seni yang diselenggarakan di kampus. Pensi adalah waktu dimana sebentar
lagi juned akan berpisah kelas dengan bebek. Juned dengan berani , duduk disamping
bebek dan menunggu bebek memakai sepatunya. Juned mencoba berjalan berdampingan
dengan bebek layaknya seorang raja mendampingi ratunya. setelah berbagai
pertimbangan barulah juned memutuskan untuk melakukannya mengingat sudah sangat
lama ia dekat dengan bebek.
Bagi juned
itu bukan hal yang biasa di lakukannya. Berjalan
mendampingi seorang gadis, menunggu seorang gadis, berkunjung kerumahnya. Tapi di
bangku kuliah juned mengalami hal-hal itu. Ia mengingat sebelumnya tidak pernah
demikian. Banyak hal yang berubah perihal caranya memeperlakukan seorang gadis
yang dekat dengannya.
******
Libur
panjang yang menyedihkan. Bangkit dari rasa sakit juned mengalami hal tidak enak
tentang percintaannya dengan bebek. Juned yang merasa sudah jarang berkomunikasi
dengan bebek. Ia mencari tahu apa sebabnya. Juned bertanya-tanya kepada bebek
melalui bbm adiknya. Sampai pembicaraan
mereka berujung pernyataan cinta dari juned.
Juned tidak pernah ada niatan
untuk menyatakan cinta dengan gaya lama. Ungkapan cinta juned ketika masih
dduduk di bangku SMA. Namun karena terbawa perasaan . pesan yang baru selesai
diketik tanpa ragu juned kirimkan kepada bebek.
“gua suka sama lo , mau ga jadi
pacar gua” . isi pesan juned.
Bebek menolak ajakan juned untuk
berpacaran dengan alasan khawatir jika kedekatannya dengan bebek berubah. Juned
beranggapan itu hanya alibi seorang gadis untuk menolak laki-laki. Juned yang
kebetulan masih dekat dengan gadis lain menerima penolakan bebek dengan hati
terbuka. Juned menganggap semuanya adalah warana. Kisah juned dan bebek
terhenti dalam kenangan . namun juned berusaha untuk tidak memutuskan
silaturahim.
Juned sebenarnya
sering mengungkapkan perasaan kepada seorang gadis . namun setelah juned
memutuskan untuk tidak berpacaran . gaya mengungkapkan perasaan juned tidak
demikian .
“gua suka sama lo dan
seneng bisa kenal sama lo” dan beberapa bait puisi sebagai bumbu”. Gaya juned
setelah memutuskan untuk tidak berpacaran.
******
Memasuki masa kuliah hal yang
mengerikan menimpa juned.
“juned
gimana sama bebek…cie di PHP in yah” ujar salah seorang temannya.
Juned menerima dengan telinga yang
lapang namun hatinya terasa panas. Mungkin tidak pernah dialami sebelumnya.
Hal mengerikan
itu terjadi lagi. Dengan cara serupa , teman kostnya meledek juned.
“cie
yang baru di tolak” dengan nada menggoda dan cengengesan hiks hiks.
Juned menganggap
itu semua sebagai gurauan . namun hati kecilnya seperti terbakar. Malam begitu
dingin, kata-kata temannya masih saja terngiang di hati juned. Gua bisa dapetin
cewe yang cantik-cantik ko bisa-bisanya ditolak sama dia < ungkapnya dalam
hati>. Maklum juned dulu hanya menggaet wanita yang berparas cantik.
Kisahnya lain dengan si bebek ,tanpa melihat apapun juned jatuh kedalam
lembah cinta dan terpikat oleh bebek tanpa alasan apapun. Juned menyadari bahwa cinta tidak melihat
apapun , tanpa alasan yang ia mengerti, serta tidak terikat oleh aturan ruang dan
waktu. Juned mengenang dengan baik segala kisahnya bersama bebek dan mencoba
tabah jika ada teman yang menggodainya serta tidak merasa gengsi, menganggap
semuanya adalah hal yang wajar ,bukan sesuatu yang memalukan. lalu menulis
sebuah sajak yang indah menurutnya.
Setelah penolakan itu
aku merasa bukan siapa-siapa dan hanya seorang lelaki yang lebih banyak sifat
buruknya daripada tabiat baik. Mungkin gadis yang mampu berdiri disampingku
adalah bidadari yang memilki ketabahan serta hati yang lemebut. Dan satu-satunya
di dunia ini.
Setelah penolakan itu,
aku “merasa” tanpa alasan. Bahagia tanpa memeprhitungkan paras atau rupa. Memeperlakukan
gadis tidak seperti biasanya. Bagiku semunya terangkum dalam warna. Tiada berbeda
dari sebulumnya selain bagaimana cara kisah itu terlahir.
Hahahahahah (ini bukan cerpen, bukan puisi, bukan sajak, ini
cara menghindari lapar dan melupakan kalau ga punya duit juga rokok) *hipe*
0 komentar:
Posting Komentar