Pages

Selasa, 10 Februari 2015

Di Balik Perut Lapar


Setelah  “penolakan” itu juned menyadari betapa banyak sisi buruk yang terdapat dalam dirinya (si juned nyadar nih ceritanya) :D
Awalnya juned tidak pernah ada niatan untuk jatuh cinta. Setelah satu tahun lalu ia memutuskan hubungan dengan kekasihnya. juned memilih untuk sendiri dan menganggap cinta sebagai anugrah dan terbatas pada hal mencintai tanpa harus memiliki lagi.
Pada suatu hari juned yang seorang pemalas berencana untuk mendekati gadis di kampus. Ia berharap gadis tersebut dapat membantunya selama kuliah.
Malam hari di tempat dengan atap yang pendek dan ruangan berbentuk kotak juned mengusir kejenuhan dengan bermain facebook. Teringat akan rencananya untuk mendekati seorang gadis. Juned membuka obrolan dalam bilah fecebook. Disana terpampang nama gadis. Bebek , yah itu nama gadis yang sekelas dengan juned.
Juned memulai chat dengan bebek. Ternyata bebek merespon pesan yang dikirimkan juned. Obrolan itu terus berlanjut sampai komunikasi lewat handpone. Juned yang memiliki karakter genit tidak sungkan menggoda teman perempuannya, bebek.
Mereka semakin dekat, panggilan “beib” terucap dari mulut kedua insan itu. Juned merasa kedekatannya harus memiliki suatu kenangan. Alasan tersebut menuntun langkah juned menuju rumah bebek . beberapa kali junedpun berkunjung kerumah bebek dan merasa semakin dekat.
Cinta itu hadir atas kehendak-Nya. Tanpa sadar juned telah jatuh hati kepada bebek. Namun juned tetap memegang prinsip mencintai tanpa memiliki dan prinsip tersebut sudah sekian lama bersahabat dengannya.
Beberapa bulan kemudian juned terjatuh sakit , sangat lama sekali. Juned lebih jarang memegang handpone dan berkomnunikasi dengan bebek. Masa liburan itu juned lewati dengan baik dan iapun bangkit dari sakitnya.
********
                Beberapa waktu lalau sebelum hari libur tiba atau lebih tepatnya masa perkuliahan. Juned mendengar dari temannya akan kecemburuan bebek ketika juned bercanda dengan perempuan lain. Juned menyimpulkan dengan pedenya ‘mungkinkah bebek jatuh hati padanya”. Jika tidak lantas mengapa ia cemburu.
                Selain itu ia mendengar dari sahabat bebek , kalau bebek ingin dekat dengan juned di kampus. Si juned yang pemalu, mungkin sulit untuk melakukan hal demikian . juned merasa tidak terbiasa lantaran setiap kekasihnyapun jarang ia perkenalkan kepada orang lain.
                Memasuki acara pagelaran seni yang diselenggarakan di kampus. Pensi adalah waktu dimana sebentar lagi juned akan berpisah kelas dengan bebek. Juned dengan berani , duduk disamping bebek dan menunggu bebek memakai sepatunya. Juned mencoba berjalan berdampingan dengan bebek layaknya seorang raja mendampingi ratunya. setelah berbagai pertimbangan barulah juned memutuskan untuk melakukannya mengingat sudah sangat lama ia dekat dengan bebek.
                Bagi juned  itu bukan hal yang biasa di lakukannya. Berjalan mendampingi seorang gadis, menunggu seorang gadis, berkunjung kerumahnya. Tapi di bangku kuliah juned mengalami hal-hal itu. Ia mengingat sebelumnya tidak pernah demikian. Banyak hal yang berubah perihal caranya memeperlakukan seorang gadis yang dekat dengannya.

******
                Libur panjang yang menyedihkan. Bangkit dari rasa sakit juned mengalami hal tidak enak tentang percintaannya dengan bebek. Juned yang merasa sudah jarang berkomunikasi dengan bebek. Ia mencari tahu apa sebabnya. Juned bertanya-tanya kepada bebek melalui bbm adiknya.  Sampai pembicaraan mereka berujung pernyataan cinta dari juned.
Juned tidak pernah ada niatan untuk menyatakan cinta dengan gaya lama. Ungkapan cinta juned ketika masih dduduk di bangku SMA. Namun karena terbawa perasaan . pesan yang baru selesai diketik tanpa ragu juned kirimkan kepada bebek.
“gua suka sama lo , mau ga jadi pacar gua” . isi pesan juned.
Bebek menolak ajakan juned untuk berpacaran dengan alasan khawatir jika kedekatannya dengan bebek berubah. Juned beranggapan itu hanya alibi seorang gadis untuk menolak laki-laki. Juned yang kebetulan masih dekat dengan gadis lain menerima penolakan bebek dengan hati terbuka. Juned menganggap semuanya adalah warana. Kisah juned dan bebek terhenti dalam kenangan . namun juned berusaha untuk tidak memutuskan silaturahim.
Juned sebenarnya sering mengungkapkan perasaan kepada seorang gadis . namun setelah juned memutuskan untuk tidak berpacaran . gaya mengungkapkan perasaan juned tidak demikian .
“gua suka sama lo dan seneng bisa kenal sama lo” dan beberapa bait puisi sebagai bumbu”. Gaya juned setelah memutuskan untuk tidak berpacaran.
******
                Memasuki masa kuliah hal yang mengerikan menimpa juned.
                “juned gimana sama bebek…cie di PHP in yah” ujar salah seorang temannya.
Juned menerima dengan telinga yang lapang namun hatinya terasa panas. Mungkin tidak pernah dialami sebelumnya.
                Hal mengerikan itu terjadi lagi. Dengan cara serupa , teman kostnya meledek juned.
                “cie yang baru di tolak” dengan nada menggoda dan cengengesan hiks hiks.
                Juned menganggap itu semua sebagai gurauan . namun hati kecilnya seperti terbakar. Malam begitu dingin, kata-kata temannya masih saja terngiang di hati juned. Gua bisa dapetin cewe yang cantik-cantik ko bisa-bisanya ditolak sama dia < ungkapnya dalam hati>. Maklum juned dulu hanya menggaet wanita yang berparas cantik.
Kisahnya lain dengan si  bebek ,tanpa melihat apapun juned jatuh kedalam lembah cinta dan terpikat oleh bebek tanpa alasan apapun.  Juned menyadari bahwa cinta tidak melihat apapun , tanpa alasan yang ia mengerti, serta tidak terikat oleh aturan ruang dan waktu. Juned mengenang dengan baik segala kisahnya bersama bebek dan mencoba tabah jika ada teman yang menggodainya serta tidak merasa gengsi, menganggap semuanya adalah hal yang wajar ,bukan sesuatu yang memalukan. lalu menulis sebuah sajak yang indah menurutnya.
Setelah penolakan itu aku merasa bukan siapa-siapa dan hanya seorang lelaki yang lebih banyak sifat buruknya daripada tabiat baik. Mungkin gadis yang mampu berdiri disampingku adalah bidadari yang memilki ketabahan serta hati yang lemebut. Dan satu-satunya di dunia ini.
Setelah penolakan itu, aku “merasa” tanpa alasan. Bahagia tanpa memeprhitungkan paras atau rupa. Memeperlakukan gadis tidak seperti biasanya. Bagiku semunya terangkum dalam warna. Tiada berbeda dari sebulumnya selain bagaimana cara kisah itu terlahir.


Hahahahahah (ini bukan cerpen, bukan puisi, bukan sajak, ini cara menghindari lapar dan melupakan kalau ga punya duit juga rokok) *hipe*

0 komentar:

Posting Komentar